Polisi Ungkap Pabrik Tembakau Sintetis Di Apertemen Tangerang Selatan

0
64

POSBUMI.COM, TANGERANG SELATAN – Polisi membongkar pabrik tembakau sintetis di apartemen di Tangerang Selatan (Tangsel). Sembilan orang ditangkap dalam kasus ini.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Imanuddin mengatakan pengungkapan bermula dari penangkapan 2 pelaku GR dan MN di wilayah Serpong, Tangsel. Pihaknya terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap 7 pelaku lainnya, yaitu AS, AN, FL, AG, VC, PR, dan RH, di wilayah yang berbeda.

“Satrenarkoba Polres Tangerang Selatan telah berhasil mengungkap peredaran penyalahgunaan narkotika. Berawal dari dua orang yang diamankan oleh Satresnarkoba. Selanjutnya dikembangkan dan berhasil mengamankan sembilan orang yang diduga melakukan pengedaran penyalahgunaan narkotika. Jenis tembakau sintetis beserta bahan bakunya,” ujar Iman kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Iman menjelaskan, pihaknya pun turut menemukan 3 lokasi pabrik pembuatan tembakau sintetis tersebut. Salah satu pabriknya terletak di wilayah Serpong, Tangsel. Sementara dua pabrik lainnya diketahui berada di wilayah Gunung Sindur, Jawa Barat dan Makassar, Sulawesi Selatan.

“Di sebuah apartemen Tangerang Selatan yang dijadikan home industry narkotika jenis tembakau sintetis,” terang Iman.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti berupa alat produksi dan bahan baku pembuatan tembakau sintetis, serta tembakau sintetis siap edar seberat 1,48 kilogram.

Dalam kesempatan yang sama Kasatnarkoba Polres Tangerang Selatan AKP Amantha Wijaya mengatakan, kesembilan pelaku tersebut merupakan jaringan narkoba antarprovinsi. Para pelaku melakukan transaksi barang haram itu melalui internet.

“Distribusinya sudah antarprovinsi. Dari mulai lampung. Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya, Makassar, sampai Papua. Mereka menggunakan medsos sebagai penjualan atau distribusi,” ucap Amantha.

Amantha menyebut para pelaku menggunakan bungkus kopi untuk menyembunyikan tembakau sintetis. Lebih lanjut, Amantha mengatakan pihaknya masih memburu satu DPO yang diduga menjadi pemasok tembakau sintetis tersebut.

“Nah, kopi ini untuk modus mereka menghindari, mengelabui petugas. Jadi mereka menyembunyikan di dalam kopi. Jadi paketan kopi,” ungkap Amantha.

“Untuk bahan baku, yang mereka sebut bibit ini sementara pengakuannya ataupun informasi yang didapatkan mereka dapat bahan itu dari orang yang sedang kita cari, yang masih DPO. Lokasinya di dalam negeri,” imbuhnya.

Akibat perbuatannya, kesembilan pelaku itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat dengan Pasal 112 subsider Pasar 114, 129, dan 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(Dtk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here